SUATU INOVASI TEKNOLOGI UNTUK KONSERVARSI PENAMBANGAN TIMAH ALLUVIAL : Penambangan Hidrolis Bawah Permukaan dengan Peralatan BTM-SR-4

  • November 3, 2025
  • Jalin Pertambangan
  • Inovasi
  • 0

Penambangan timah aluvial saat ini dilakukan dengan metoda semprot (hydraulic mining) secara terbuka (open mining). Cara ini akan menyebabkan benturan dengan sektor lainnya akibat kebutuhan area penambangan yang luas. Maraknyanya illegal mining berdampak terjadinya kerusakan sumberdaya- cadangan perusahaan serta kerusakan lingkungan termasuk lahan-lahan yang telah direklamasi sehingga jika tidak dikendalikan maka sumberdaya-cadangan perusahaan akan menyusut dengan cepat sementara biaya reklamasi akan meningkat dengan tajam. Masalah lain adalah terjadinya konflik sosial akibat terjadinya tumpang tindih lahan antara area pertambangan dan area penggunaan lain seperti perkebunan, industri dan kebun masyarakat. Penyelesaian konflik dengan dialog dan ganti rugi lahan tidak berdampak signifikan. Khususnya bagi cadangan-sumberdaya perusahaan, dengan kerusakan yang terjadi mengakibatkan sulitnya membuat rencana kerja penambangan karena cadangan cenderung menjadi spotted. Konsep penambangan dengan situasi dan kondisi ini adalah bagaimana penambangan dilakukan dengan area sekecil mungkin dan tidak melakukan penggalian tanah penutup (Stripping Overburden). Solusi nya adalah bagaimana penambangan semprot dapat dilakukan di bawah tanah atau disebut sub surface hydraulic mining atau Ore getting. Saat ini PT. Timah (Persero) Tbk sudah menyelesaikan penelitian dimana penambangan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan alat penambangan yang dinamakan BTM-SR4. Diharapkan alat tersebut menjadi awal dari pengembangan-pengembangan teknologi selanjutnya sehingga konservasi pertambangan khususnya pada pertambangan timah aluvial dapat dilakukan dengan optimal.

WhatsApp